Apa yang Dimaksud dengan Perencanaan Keuangan?

Perencanaan keuangan
Perencanaan keuangan (ilustrasi)

Perencanaan keuangan (financial planning) adalah proses yang menggambarkan kondisi keuangan saat ini, tujuan keuangan yang ingin dicapai, dan strategi keuangan untuk mencapainya.

Sementara menurut Financial Planning Standards Board Indonesia, lembaga yang melakukan sertifikasi Certified Financial Planner atau CFP, perencanaan keuangan adalah proses mencapai tujuan hidup seseorang melalui manajemen keuangan secara terintegrasi dan terencana.

Bacaan Lainnya

Manajemen keuangan secara terintegrasi dan terencana ini mencakup:

  • pengaturan arus kas (cash flow),
  • mitigasi risiko keuangan dengan asuransi,
  • investasi,
  • pajak, 
  • dana pensiun atau hari tua,
  • hibah dan waris.

Apa Pentingnya Perencanaan Keuangan?

Kondisi keuangan tetap sehat berkat adanya perencanaan keuangan. Di sinilah betapa pentingnya perencanaan keuangan agar tujuan keuangan tercapai dan keuangan tidak mengalami defisit.

Secara spesifik, peran perencanaan keuangan meliputi:

  • menentukan pendapatan (income),
  • mengontrol pengeluaran (expenses),
  • menjamin terpenuhinya kebutuhan hingga setelah pensiun nanti.

Manfaat Perencanaan Keuangan

Ada sejumlah manfaat dari perencanaan keuangan, yaitu:

1. Tercapainya Tujuan Finansial

Setiap orang pasti punya tujuan dalam hidupnya semisal memiliki tabungan senilai Rp100 juta. Tujuan tersebut dapat tercapai apabila uang atau dana yang tersedia dikelola dengan terencana. 

Salah satu manfaat perencanaan keuangan adalah pemenuhan tujuan finansial tersebut, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

2. Terjaminnya Keamanan Finansial

Ciri dari finansial yang aman adalah pendapatan tiap bulan cukup untuk memenuhi pengeluaran tiap bulan. 

Bahkan, dari pendapatan tersebut, seseorang masih dapat mengalokasikannya untuk ditabung sebagai dana darurat atau dana cadangan demi terjaminnya keamanan finansial.

3. Menambah Kekayaan

Pengeluaran yang terkontrol menjadi manfaat perencanaan keuangan lainnya yang membantu siapa saja dalam menambah nilai tabungannya. 

Sebab nilai pengeluaran yang lebih kecil dari nilai pendapatan memungkinkan adanya sisa uang untuk ditabung.

Tentu saja semakin banyak uang yang ditabung, semakin besar aset keuangan yang dimiliki. Besarnya aset keuangan ini berkontribusi pada meningkatnya nilai kekayaan.

4. Ketenangan Pikiran

Uang memang tidak selalu membuat hidup bahagia, tetapi tanpa uang mustahil hidup bahagia. Apa pun keinginan yang membuat bahagia bisa diwujudkan kalau memiliki uang, seperti membayar kredit rumah, membeli sepeda motor, ataupun memiliki mobil.

Bayangkan, kalau selalu kekurangan uang, tiap harinya pikiran pasti tidak tenang Di sinilah manfaat perencanaan membantu kita supaya pikiran tenang karena tidak kekurangan uang.

Apa Tujuan Perencanaan Keuangan?

Tujuan perencanaan keuangan yang utama adalah tercapainya tujuan-tujuan finansial (financial goals) dan kebebasan finansial (financial freedom).

Tujuan-tujuan finansial bisa bermacam-macam, tapi harus spesifik (specific), terukur (measureable), kesanggupan (achievable), realisasi (realistic/relevant), dan jelas jangka waktunya (time related).

Contoh tujuan keuangan:

  • Spesifik: Memiliki dana darurat Rp100 juta.
  • Terukur: Sisihkan Rp2 juta tiap bulan.
  • Kesanggupan: Penghasilan bulanan Rp10 juta.
  • Realisasi: 4 – 5 tahun.
  • Jangka waktu: Tercapai di tahun ke-4 atau tahun ke-5.

Sementara kebebasan finansial (financial freedom) adalah kondisi yang mana seseorang bebas dari utang, memiliki jaring pengaman finansial, dan tidak pusing dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dilihat dari jangka waktunya, perencanaan keuangan berdasarkan tujuannya terbagi menjadi:

1. Tujuan Keuangan Jangka Pendek 

Tujuan ini dicapai dalam waktu 6 bulan hingga 18 bulan, contoh: mengumpulkan uang muka (down payment) pembelian rumah secara kredit, pemenuhan dana darurat, dan sebagainya.

2. Tujuan Keuangan Jangka Panjang 

Tujuan ini dicapai dalam waktu >18 bulan hingga >3 tahun, contoh: Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), dan sebagainya.

Contoh Perencanaan Keuangan

Selain jangka waktu, perencanaan keuangan disesuaikan berdasarkan siklus kehidupan yang contohnya adalah sebagai berikut.

Siklus Contoh Perencanaan Keuangan
Lajang Merencanakan dana pendidikan, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, asuransi jiwa, pernikahan, investasi, hingga pembelian rumah.
Awal pernikahan Merencanakan asuransi jiwa, asuransi kesehatan keluarga, pembelian rumah, investasi, hingga dana hari tua.
Masa orang tua Merencanakan dana pendidikan, investasi, hingga dana hari tua.
Masa tua awal Fokus pada asuransi kesehatan, perubahan portofolio investasi, dan pengembangan dana hari tua.
Masa pensiun Fokus pada pengelolaan dana investasi, hari tua dan distribusi kekayaan.

Belajar Perencanaan Keuangan

Untuk memiliki keuangan yang terencana, mulailah belajar melakukan manajemen keuangan, yaitu:

1. Membuat Laporan Keuangan

Pembuatan laporan keuangan ini mencakup:

  • Neraca keuangan (balance sheet) terdiri dari aset, kewajiban (liabilitas), dan kekayaan bersih (net worth).
  • Arus kas (cash flow) terdiri dari arus kas masuk (cash inflow) dan arus kas keluar (cash outflows).

2. Merencanakan Mitigasi Risiko dengan Asuransi

Rencana ini penting dalam menjaga keuangan tetap aman supaya tidak sampai defisit. Perlu sekali memiliki asuransi dengan benefit uang pertanggungan, santunan, hingga tanggungan atas biaya-biaya pengobatan di rumah sakit.

3. Merencanakan Investasi

Manfaat utama dari berinvestasi adalah melindungi nilai uang dari inflasi. Namun, ada manfaat lain dari investasi, yaitu bisa meningkatkan nilai uang yang berbuah menjadi profit.

Karena adanya profit, sering kali orang-orang menjadikannya sebagai motivasi berinvestasi. Padahal, berinvestasi juga harus berhati-hati agar tidak mengalami kerugian.

Investasi yang terencana membantu kita mewujudkan rencana masa depan, seperti menikah, membeli rumah, mempersiapkan dana pendidikan anak, hingga dana hari tua.

4. Merencanakan Pajak

Pajak juga perlu diperhitungkan dalam perencanaan keuangan. Selain sebagai kewajiban warga negara, pajak terhitung sebagai pengeluaran.

Karena itu, perlu sekali mencermati aturan perpajakan. Bagaimana perhitungan pajak penghasilan atau pajak bumi dan bangunan. 

Seberapa besar tarif pajak yang dikenakan atas barang-barang konsumtif yang digolongkan sebagai objek pajak dan sebagainya.

5. Merencanakan Dana Pensiun atau Hari Tua

Saat produktif atau masih bekerja, kita masih bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Situasinya akan berbeda kalau kita telah pensiun nanti.

Itulah kenapa diperlukan proyeksi angka harapan hidup, seberapa besar dana yang diperlukan selama hidup setelah pensiun, sampai di usia berapa asuransi aktif, bagaimana merencanakan investasi, hingga alokasi pengeluaran tiap bulan.

6. Merencanakan Hibah dan Waris

Sampai berapa lama kita hidup adalah rahasia kehidupan. Seandainya ada risiko yang memungkinkan mengurangi harapan hidup, persiapan telah dilakukan sebelumnya.

Salah satu persiapannya adalah menentukan ahli waris dan bagaimana kekayaan yang dimiliki dialihkan.

Apa Saja yang Dibuat dalam Perencanaan Keuangan?

Keberhasilan rencana keuangan bergantung pada langkah-langkah yang diambil. Berikut ini langkah-langkah yang dibuat dalam perencanaan keuangan.

1. Menetapkan Tujuan Keuangan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tujuan keuangan (financial goals) haruslah memenuhi syarat, seperti spesifik (specific), terukur (measureable), kesanggupan (achievable), realisasi (realistic/relevant), dan jelas jangka waktunya (time related).

Tidak berhenti sampai penentuan tujuan keuangan, peninjauan berkala perlu dilakukan untuk memastikan tujuan keuangan masih relevan dengan kondisi terkini.

2. Mengumpulkan Informasi

Setelah menentukan tujuan keuangan, buatlah catatan informasi-informasi yang terkait dengan keuangan. Catatan ini meliputi informasi neraca keuangan, arus kas, hingga risk attitude.

3. Analisis Informasi

Informasi-informasi terkait keuangan yang dikumpulkan kemudian dianalisis untuk mengetahui profil keuangan, apakah sehat atau tidak.

Untuk memudahkan analisis, gunakan rasio-rasio, seperti:

  • rasio likuiditas (liquidity ratio),
  • rasio tabungan (savings ratio),
  • rasio solvabilitas (solvency ratio).

4. Strategi dan Implementasi

Dari hasil analisis, buatlah strategi dalam mencapai tujuan-tujuan keuangan yang telah ditentukan, seperti:

  • penambahan benefit asuransi kesehatan karena bertambahnya anggota keluarga,
  • penambahan uang pertanggungan asuransi jiwa karena inflasi di masa depan,
  • meminimalkan pengeluaran yang tidak perlu untuk meningkatkan nilai tabungan, hingga
  • diversifikasi portofolio investasi.

Kesimpulan

Definisi perencanaan keuangan pada dasarnya upaya mencapai tujuan keuangan. Pada akhirnya, tercapai atau tidaknya tujuan keuangan menentukan apakah seseorang telah meraih kebebasan finansial atau tidak.

Walaupun tidak memenuhi banyak tujuan keuangan, kondisi keuangan yang aman dan terjamin hingga masa pensiun nanti menandakan perencanaan keuangan diterapkan dengan baik sebagaimana telah diuraikan di atas.

Pos terkait