Laptop gaming murah saat ini marak di pasaran, namun tidak sedikit dari kita yang tergiur dengan harga murah spek dewa, tetapi performa laptopnya tidak maksimal. Dilansir dari video review GadgetIn, tim Media62 telah merangkum 6 tips memilih laptop gaming murah, agar kamu tidak terjebak dan menyesal di akhir.
RAM Dual Channel

Random Access Memory atau lebih dikenal sebagai RAM merupakan tempat penyimpanan data sementara (cache) yang dibutuhkan oleh prosesor dan komponen lain seperti Harddisk, GPU, hingga USB untuk berkomunikasi dan melakukan proses komputasi.
Semakin besar kapasitas RAM maka semakin cepat sistem komputasinya karena memiliki storage yang lebih besar dan mampu menyimpan cache yang lebih banyak.
Ada dua konfigurasi RAM yang sering digunakan, yaitu Single Channel dan Dual Channel. Perbedaan keduanya terletak pada jumlah slot RAM pada mainboard dan kecepatan read/write data.
RAM single channel hanya menggunakan 1 keping RAM, sedangkan dual channel menggunakan 2 keping RAM. Dari sisi kecepatan read/write data, pastinya konfigurasi RAM dual channel lebih cepat dan mampu meningkatkan performa prosesor. Maka dari itu perlu dipastikan kalau mainboard laptop gaming yang kita beli telah mendukung konfigurasi RAM dual channel.
Dari review yang dilakukan David GadgetIn, dengan menambahkan 2 RAM masing-masing berukuran 8GB, mampu menaikkan frame rate sebesar 20%. Cukup signifikan bukan?
Pilih Prosesor Sesuai Kebutuhan
Sebelum membeli laptop gaming murah, pastikan kamu sudah mengetahui kebutuhan kamu dulu ya. Apakah kebutuhannya hanya untuk main game atau juga digunakan untuk proses rendering?
Kalau kebutuhannya hanya untuk main game, prosesor core i5 harusnya sudah cukup powerful. Karena kebanyakan game laptop saat ini menggunakan single core. Beda halnya kalau kamu juga menggunakan laptop gaming untuk render 3D atau edit video, tentunya prosesor core i7 sangat diperlukan.
Berdasarkan uji coba yang dilakukan oleh David GadgetIn, perbedaan skor single core antara prosesor 11th Gen Intel core i5-11400H VS 11th Gen Intel core i7-11800H hanya sekitar 4% yaitu 560 pts vs 580 pts. Jadi kalau kebutuhannya hanya untuk gaming, prosesor core i5 sudah sangat memadai.
Jadi ketahui dulu kebutuhan kamu, sebelum terjebak membeli laptop gaming kemahalan ya.
Tidak Semua i7 Diciptakan Sama
Ada beberapa seri prosesor Intel core i7 yang jarang dipasaran, tapi berpotensi menjebak kita, yaitu i7-11370H, i7-11375H, dan i7-11390H. Sebagai contoh prosesor Intel core i7-11375H, walaupun sudah i7 tetapi skor multi-core nya kalah dengan core i5, kenapa bisa begitu?
Karena prosesor i7-11375H dan ketiga prosesor di atas masuk ke kelas prosesor laptop gaming ultraportable yang lebih fokus ke efisiensi daya. Jadi soal power, mereka gak bisa di push habis-habisan, paling maksimal di single core saja.
Jadi buat kamu yang lebih pilih power, jangan sampai memilih prosesor i7 di atas ya. Tetapi kalau kamu lebih pilih laptop yang tipis namun bisa buat main game, laptop dengan prosesor i7 tadi masih sangat mumpuni.
Jangan Terjebak dengan GPU
Tips ke empat, ini jebakan yang paling bahaya, kalau kata David GadgetIn, “gocekannya level Messi!”.
Yaitu mengenai Graphics Processing Unit (GPU), kalau ditanya mana yang bisa menghasilkan frame rate lebih tinggi? RTX 3060 vs RTX 3070?
Kebanyakan dari kita pasti akan memilih RTX 3070, tetapi zaman sekarang belum tentu. Menurut David, NVIDA berusaha mengelabui kita lewat sistem pada GPU Mobile. Artinya RTX boleh sama-sama 3070, tapi setruman maksimalnya berapa nih? Soalnya beda setruman beda performa juga. Ibarat mesin, boleh digaspol gak? Atau jangan-jangan tipenya kena obrut alias dilimit gitu.
Contonya di laptop gaming Acer Nitro 5 yang menggunakan GPU RTX 3070 dengan power atau GPT di 100 Watt (bukan varian maksimal). Saat di stress test, power yang keluar hanya 85 Watt, jauh banget dari RTX 3070 sejati yang mampu mengeluarkan power 125 Watt.
Jadi sebelum terjebak saat membeli laptop gaming murah, pastikan dulu apakah GPU nya versi yang maksimal atau yang dilimit. Mending beli RTX 3060 tapi bisa digaspol daripada 3070 tapi dilimit, dari segi harga juga pasti lebih murah.
Perhatikan Kecepatan R/W SSD
Tips yang ke lima ini cukup tricky, karena jarang ada yg memberi tahu mengenai speed read/write SSD atau HDD pada deskripsi produk, apalagi kalau belinya di marketplace. Spesifikasi tentang storage biasanya tidak begitu lengkap, paling mereka tulis jenisnya SSD atau HDD, kapasitasnya berapa GB, interface-nya SATA atau NVME, bentuknya M.2.
Misalnya pada laptop MSI Katana GF66, kecepatan baca (read) cepat banget hampir 2000 MB/s, penting buat loading game. Tetapi kecepatan tulis (write) hanya 190 MB/s, sangat lambat buat SSD. Biasanya speed write diperlukan untuk copy data.
Kecepatan read/write SSD sangat penting untuk proses loading files, software, dan transfer data. Jadi kalian harus memperhatikan hal ini juga ya.
Baca Review Sebelum Membeli
Tips ini adalah yang paling simple yaitu cari review tentang laptop gaming yang ingin kamu beli. Kamu bisa cari artikelnya di internet atau nonton video review-nya di YouTube.
Banyak Youtuber Indo atau luar negeri yang me-review laptop gaming. Jadi sebelum salah beli, lebih baik melakukan riset terlebih dahulu ya.
Simak video lengkapnya di channel GadgetIn – 5 jebakan yang sering ada di laptop gaming murah:
Selain menggunakan laptop untuk bermain game, para pro player biasanya lebih memilih PC desktop, karena kemampuannya yang lebih kuat dan upgradable. Berikut rekomendasi PC desktop terbaik di Indonesia untuk gaming dan kerja.





