Mungkin sebelum membahas perlu atau tidaknya melakukan disavow backlink untuk menurunkan spam score, kita harus tahu terlebih dahulu korelasi antara backlinks, spam score dan disavow links.
Apa itu Backlinks?
Dalam melakukan strategi off-page optimization, para praktisi SEO biasa melakukan strategi yang disebut backlinks. Konsep backlinks atau external link ini adalah bagaimana website kita bisa mendapatkan tautan balik dari website lain ke website kita.
Hampir semua praktisi SEO percaya, bahwa dengan mendapatkan banyak backlinks dari website lain, bisa meningkatkan authority domain dan halaman website. Hal ini akan berdampak positif pada meningkatnya brand value dan trust pada website tersebut.
Selain itu, kemungkinan untuk mendapatkan ranking di halaman pertama Google akan lebih besar. Namun untuk hal ini, masih menjadi perdebatan di kalangan SEO specialist.
Dalam praktiknya, untuk mendapatkan backlink bisa melakukan berbagai cara tergantung kepercayaan dan kapabilitas dari praktisi SEO itu sendiri.
Ada yang memang fokus ke pembuatan konten yang berkualitas dan komprehensif, sehingga harapannya ada website lain yang menjadikan kontennya sebagai referensi dan mau memberikan tautan balik atau backlinks.
Tetapi ada juga yang masih melakukan teknik grey dan black hat, misalnya menggunakan tools, blog comments, membuat Private Blog Networks (PBN), membeli backlinks dari penyedia jasa, dll.
Jika backlinks masih menjadi perbedebatan, apakah Google menyarankan untuk melakukan teknik backlinks ini?
Untuk lebih jelasnya mengenai cara mendapatkan backlink yang baik sesuai pedoman Google, silakan baca penjelasan mengenai skema link dan link berbayar.
Apa itu Spam Score?
Spam score merupakan salah satu metrik dari MOZ yang menjelaskan seberapa spammy suatu domain. MOZ sendiri merupakan salah satu SEO tool yang biasa digunakan oleh para SEO specialist.
Menurut MOZ, Spam score diukur berdasarkan machine learning model yang mereka buat yang mengidentifikasi 27 fitur umum di antara jutaan situs yang dilarang atau dipenalti oleh search engine. Skor 1% -30% dianggap Rendah, skor 31%-60% dikategorikan Sedang, dan skor 61%-100% dianggap Tinggi.
Terus apa korelasinya dengan backlink? Beberapa pakar SEO masih percaya, jika sebuah website mendapat banyak spammy backlinks, bisa berdampak pada meningkatnya spam score. Maka akan berdampak negatif bagi website tersebut. Bisa jadi websitenya kena penalti sehingga susah diindeks atau susah mendapatkan trafik organik dari Google.
Apa itu Disavow Backlinks?
Disavow backlinks merupakan upaya memberi tahu Google untuk menolak atau menyangkal backlinks atau external links yang merujuk ke website kita. Tujuannya, agar website atau domain kita terhindar dari Google penalti.
Tidak dipungkiri, kegiatan disavow links ini masih dipercaya dan dilakukan oleh beberapa praktisi SEO.
Untuk melakukan disavow link, kamu harus me-list down dulu domain atau link apa saja yang mau di-disavow kemudian simpan dalam file format .txt. Setelah itu pergi ke disavow link tool, pilih domain properti situs kamu, lalu upload file .txt tadi.
Tanggapan Google Terhadap Spam score dan Disavow Links
Google sendiri telah menyatakan bahwa spam score, toxic links atau metrik semacamnya bukanlah ranking factor. Hal itu diungkapkan oleh John Mueller, Google Search Advocate ketika membalas pertanyaan di twitter.
Google doesn’t use the spam score.
— 🦝 John (personal) 🦝 (@JohnMu) November 12, 2019
MOZ sendiri, juga menambahkan bawah jika suatu website memiliki nilai spam score tinggi, belum tentu website tersebut spammy. Namun itu adalah tanda bahwa harus dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kualitas dan relevansi situs tersebut.
A high Spam Score for your site, or a site you’re looking at, doesn’t mean this site is necessarily spammy. It’s a sign that you should do some more investigation into the quality and relevance of this site. Read more about how to use Spam Score.
Mengenai disavow link sendiri, Google sebenarnya tidak menyarankan untuk terlalu sering menggunakannya, bahkan sekarang tool tersebut disembunyikan dari Google Webmasters yang sekarang menjadi Google Search Console.
Lantas, kenapa Google membuat tool disavow link?
Sebenarnya Google sendiri enggan untuk membuat tool ini, namun banyaknya permintaan dari komunitas SEO untuk dibuatkan tool yang bisa menolak spammy links sehingga mereka bisa keluar dari hukuman Google Penguin.
Akhirnya Google pun dengan rasa setengah hati, merilis disavow link tool ini, dengan tujuan boleh digunakan untuk menolak tautan yang HANYA kita ketahui saja dan jika terdeteksi masalah di Manual Action pada Google Search Console.
Jika tidak terjadi masalah dan trafik website masih aman-aman saja atau tidak terjadi penurunan signifikan, maka tidak perlu melakukan disavow links, karena Google sudah cukup pintar untuk mendeteksi masalah tersebut.
Lalu, perlukah melakukan disavow links jika website kita memiliki banyak toxic atau spammy links?
Dikutip dari seoroundtable.com, John Mueller mengatakannya lagi dengan nada sindiran, ketika berbicara tentang “toxic links” kamu dapat mengabaikannya. Jika kamu kurang tidur di malam hari, karena membuat kamu tidak bisa tidur nyenyak, maka kamu boleh men-disavow tautan tersebut. Tetapi kamu tidak harus melakukannya, abaikan saja dan move on!
Google’s John Mueller said it again, when it comes to “toxic links” you can ignore them. If you are losing sleep at night over them and it makes you sleep better, you can disavow the links – but you don’t have to – John Mueller said just ignore them and move on.
Kesimpulan
Berikut beberapa key takeaways yang bisa dijadikan sebagai kesimpulan:
- Backlinks atau tautan balik dari well-known website dan relevan dengan niche website kita, masih berlaku sampai saat ini.
- Metrik seperti spam score, toxic links bahwa DA, PA, DR, PR dari SEO tools, tidak digunakan oleh Google alias bukan ranking factors.
- Google tidak menyarankan menggunakan disavow links tool selama tidak terdeteksi masalah di Manual Action pada Google Search Console.
- Boleh menggunakan disavow links tool jika peringkat situs kamu tiba-tiba hilang dan kamu curiga bahwa itu karena backlinks yang kamu bangun sendiri, seperti backlinks berbayar.
- Disavow links tidak menjamin turunnya spam score pada MOZ, (ini berdasarkan pengalaman pribadi).
Referensi:
- https://www.searchenginejournal.com/google-john-mueller-disavow-tool/305507/
- https://www.searchenginejournal.com/googles-disavow-tool/292187/
- https://www.seroundtable.com/google-ignore-toxic-links-32711.html
- https://support.google.com/webmasters/answer/2648487?hl=id
- https://moz.com/blog/spam-score-mozs-new-metric-to-measure-penalization-risk



