Pembangunan Pariwisata Digital Untuk Mendorong Quality Tourism

foto_donny_susilo
Profil Donny Susilo

Pariwisata di Indonesia

Sektor pariwisata di Indonesia memiliki daya saing yang sangat baik, yaitu masuk dalam peringkat 40 dari total 140 negara di seluruh dunia. Letaknya yang sangat strategis, diapit oleh benua Asia dan Australia juga samudra Pasifik dan Hindia membuatnya memiliki banyak kekayaan alam dan destinasi pariwisata kelas dunia yang sangat indah.

Akan tetapi, pengelolaan industri pariwisata di Indonesia masih perlu ditingkatkan lagi, pasalnya kontribusinya terhadap GDP tergolong kecil, yaitu hanya sekitar 5%, masih jauh tertinggal dibawah negara Thailand yang kontribusi sektor pariwisatanya terhadap GDP telah mencapai sekitar 12.91% di tahun ini, kata Donny Susilo, MBA pendiri Donny and Partner Research and Consulting Indonesia.

Bacaan Lainnya

Qualty Tourism dan Pariwisata Digital

Donny menerangkan bahwa kedepannya, pemerintah sudah berada di track yang benar, yaitu membangun quality tourism atau pariwisata yang berkualitas. Pariwisata yang berkualitas artinya adalah pariwisata yang fokus pada wisatawan-wisatawan dengan daya yang beli yang tinggi, hal ini mendorong agar wisatawan yang datang ke Indonesia dapat mengeluarkan lebih banyak uang daripada sebelumnya, dengan begitu kontribusi pariwisata terhadap ekonomi negara dan daerah dapat ditingkatkan.

Salah satu pembangunan yang penting untuk mendorong hal ini menurut Donny, adalah pembangunan pariwisata digital. Pariwisata digital ini sangat mendukung untuk tercapainya pariwisata yang berkualitas, selain itu sangat sesuai untuk mendorong physical distancing selama pandemi.

Fokus Pariwisata Digital

Donny menjelaskan bahwa pembangunan pariwisata digital berfokus pada 4 hal, yaitu pembangunan saluran distribusi, promosi, sistem pembayaran dan pelatihan masyarakat lokal. Untuk mencapainya, negara harus dapat bekerja sama dengan BUMN untuk pembangunan infrastruktur internet dan perusahaan-perusahaan start-up.

Saluran Distribusi dan Promosi

Saluran distribusi seperti Indonesia Tourism Exchange adalah salah satu contoh yang bagus, dan telah dirintis oleh pemerintah, bekerja sama dengan salah satu perusahaan milik negara, hal ini sangat membantu promosi pariwisata Indonesia secara digital dibawah brand “Wonderful Indonesia” sehingga dapat mempertemukan antara wisatawan dengan penyedia jasa pariwisata di Indonesia secara cepat dan mudah, hal itu mendorong terjadinya transaksi.

Sistem Pembayaran

Pembangunan sistem dompet digital lewat QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) dapat membuat wisatawan merasa aman dan nyaman karena mengurangi resiko kecopetan dan perampokan bersenjata, selain itu dapat mengurangi interaksi langsung yang dapat beresiko meningkatkan penyebaran virus antar manusia.

Pelatihan Masyarakat Lokal

Yang terakhir adalah pelatihan masyarakat lokal, hal ini sangat membantu dalam mendorong belanja wisatawan, sebagai contoh ketika masyarakat lokal mendapatkan pengetahuan mengenai cara menggunakan aplikasi ojek online, hal ini mendorong semakin banyaknya jasa transportasi online yang murah, membuat konektivitas menjadi lebih tinggi sehingga turis dapat datang ke lebih banyak destinasi dan menghabiskan lebih banyak uang, masih banyak contoh lainnya seperti pelatihan di Kampung Tridi di Malang, yang mana masyarakat lokal telah dibekali pendidikan membuat spot-spot 3D yang instagramable sehingga menjadi destinasi pariwisata baru di kota Malang.

Donny mengatakannya kedepannya masih banyak potensi yang dapat digali, contohnya jasa reservasi tour guide online sehingga dapat dijadikan pemasukan oleh masyarakat lokal karena mereka lah yang paling paham dengan budaya dan sejarah di daerahnya. Hal ini sangat bagus karena dapat memberikan mutual benefit untuk pemerintah, perusahaan start-up, wisatawan dan ekonomi masyarakat lokal. Sinergi seperti ini yang sangat diharapkan untuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, tutup Donny Susilo.

Untuk pertanyaan, Donny Susilo dapat dihubungi lewat Instagram: donny777_linshuilong

Pos terkait